Soreang (ANTARA News) - Sekitar 300 suporter Sriwijaya FC dan PSMS Medan berkerumun di depan pintu barat Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, meminta agar diizinkan masuk untuk menyaksikan tim kesayangan mereka beradu pada final Liga Djarum Indonesia (LDI) 2007.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 19.00 WIB itu sebelumnya telah diputuskan berjalan tanpa penonton --pertamakalinya dalam sejarah final Liga Indonesia.

Suporter tersebut berteriak-teriak meminta agar mereka diizinkan masuk ke stadion.

"Kami tidak akan rusuh!" teriak mereka.

Aparat keamanan, hingga berita ini diturunkan, masih bisa menahan massa untuk tidak masuk ke stadion dan para suporter tidak melakukan tindakan anarkis.

Keputusan tanpa penonton tersebut baru resmi diumumkan pada Minggu (10/2) dinihari --melewati deadline sebagian besar media di Indonesia-- sehingga banyak orang yang belum mengetahui keputusan tersebut.

Partai puncak divisi utama itu sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (9/2) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Insiden kerusuhan antar penonton pada pertandingan semifinal Rabu lalu, yang menewaskan seorang penonton, membuat pihak keamanan Jakarta dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault meminta agar laga tidak dilangsungkan di Jakarta.

PSSI dan Badan Liga Indonesia (BLI) kemudian memindahkan pertandingan ke Stadion Si Jalak Harupat dan setelah melalui negosiasi yang alot dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan pemerintah Kabupaten Bandung, pertandingan bisa terlaksana.

Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes di Jakarta, Minggu, mengungkapkan mereka diberi pilihan untuk melaksanakan pertandingan tanpa penonton atau mengundurkannya lagi hingga pekan depan.

"Karena pertimbangan biaya yang pasti akan membengkak jika diundur lagi, maka kami memilih berlaga tanpa penonton," kata Nugraha.(*)