Cirebon (ANTARA News) - Penampungan minyak mentah yang bersatu dengan Sumur Minyak Mundu, yaitu Stasiun Pengumpul Utama (SPU) A di Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meledak dan terbakar Jumat malam sekitar pukul 19.10 WIB.
Bola api dari penampungan ribuan galon minyak mentah itu membumbung tinggi sampai 40 meter sehingga jilatan api masih tampak terlihat dari Jalur Pantura ruas Karangampel-Cirebon yang jaraknya sekitar lima kilometer.
Puluhan petugas pemadam dibantu sembilan unit mobil pemadam kebakaran --tiga unit dari Pemkab Indramayu, dua unit dari Pertamina Unit Mundu, dua unit dari UP VI Balongan dan dua unit dari Pertamina Unit Bongas-- berjuang memadamkan api yang baru bisa dijinakkan pukul 21.15 WIB.
Jarak antara kolam penampungan minyak yang berfungsi sebagai penyaring antara air dan minyak atau "Oil Catcher" dengan lokasi pembuangan gas pengeboran hanya sekitar 30 meter.
Menurut Kusnata (49), petugas Satpam di lokasi penampungan minyak yang baru tugas jaga pukul 19.00 WIB, beberapa menit setelah dilakukan pergantian Satpam tiba-tiba terdengar suara ledakan disusul dengan api yang membumbung tinggi.
"Saya baru saja bertugas dan petugas pengganti saya masih ada, tiba-tiba terdengar suara ledakan dan disusul api yang membumbung sampai setinggi kilang penampungan, dan seketika itu juga alarm kebakaran berbunyi," katanya.
Ia juga mengungkapkan, beberapa saat kemudian juga muncul api yang membakar semak-semak sehingga secara spontan ia bergerak memadamkan kobaran api tersebut dengan alat pemadam portable.
"Dua unit alat pemadam portable sampai habis memadamkan api itu, saya takut api itu ikut meledakkan pipa yang ada di sekitarnya, sehingga sempat melarang warga untuk mendekat," katanya.
Hanya dalam hitungan beberapa menit, dua pemadam dari Unit Mundu, dan dua unit UP IV Balongan datang disusul dari Indramayu dan Bongas.
Sementara Bambang, Humas Pertamina EP Region Jawa yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan belum jelas asal api yang menyebabkan ledakan dan kebakaran itu.
"Yang terbakar itu penampungan minyak mentah yang diproses di Oil Catcher untuk memisahkan minyak dari air," katanya.
Ia juga menjelaskan, SPU A itu merupakan menampung minyak dari Sumur Pengeboran (SP) 1 Mundu dan SP 2 Mundu yang kemudian dipompa ke Pelabuhan Khusus Balongan dan selanjutnya didistribusikan ke sejumlah unit pengolahan minyak melalui kapal tanker.
Sementara seorang warga mengungkapkan, di lokasi tersebut sedang ada pengerjaan pengelasan untuk menyambung pipa sehingga kuat dugaan percikan api berasal dari api las tersebut.
Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb mengatakan, sampai saat ini masih belum diketahui penyebab kebakaran karena upaya yang dilakukan masih difokuskan pada pemadaman api.
"Belum jelas asal api dari mana, nanti akan ada sejumlah saksi yang diperiksa," katanya.
Saat kebakaran berlangsung ribuan warga berdatangan sebagian datang dengan sepeda motor, namun setelah diingatkan akan bahaya ledakan susulan barulah warga berangsur mundur sampai jarak 300 meter dari lokasi kebakaran.
Sampai pukul 23.00 WIB, sejumlah petugas pemadam masih melakukan penyemprotan ke kolam penampungan minyak itu.(*)
Penampungan Minyak Mentah di Indramayu Meledak
COPYRIGHT © 2007
- Lapan: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
- Bintang Oscar Habis-habisan Tampil Cantik
- "The Cove" Gondol Oscar, Orang Jepang Ngamuk
- Jusuf Kalla: "Biarlah. Biarlah"
- Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
- Pertumbuhan Teknologi Mobile Tertinggi di Pedesaan
- Bioteknologi Hendaknya Perhatikan Kepentingan Petani Kecil






















