
Setibanya di New Delhi Presiden Sukarno bertemu PM Nehru sesudah makan siang di gedung pemerintah, ia mengunjungi institut Jamia Milia dan Qutab Minar, dan malamnya menghadiri perjamuan Gubernur Jenderal Rajagopalachari.

Setibanya di New Delhi Presiden Sukarno bertemu PM Nehru sesudah makan siang di gedung pemerintah, ia mengunjungi institut Jamia Milia dan Qutab Minar, dan malamnya menghadiri perjamuan Gubernur Jenderal Rajagopalachari.

Dalam konferensi hari ini Bung Tomo menerangkan tentang pembentukan tentara ekspedisi sukarela yang terutama untuk menindas gerombolan Westerling yang semata-mata adalah pengacau yang harus diberantas selekas mungkin.

Dari sumber yang layak mengentahui didapat kabar, bahwa untuk mengadakan perundingan perjanjian dagang 1950 dengan Kerajaan Inggris akan berangkat beberapa orang dari Kementerian Kemakmuran RIS antar lain, Mr Armaun pegawai tinggi yang diperbantukan pada Direktorat Jenderal Perekonomian.

Menurut berita dari New Delhi, kemarin pagi Presiden Sukarno tiba di ibukota India, disambut oleh gubernur jenderal HEC Rajagopalachari dan PM Nehru, menjelang upacara perayaan Republik India tanggal 26 Januari yang akan datang.

Orang-orang yang baru kembali dari Bandung dan menyaksikan perusuhan yang dilakukan oleh gerombolan Westerling menamakan peristiwa Bandung pada hari Senin itu sebagai "geledek diwaktu terang", karena tidak disangka-sangka terjadi bencana seperti itu.

Mengenai penyerbuan pasukan Westerling di kota Bandung dan perbuatan-perbuatannya,
berikut kisah lengkapnya yang dilaporkan oleh wartawan ANTARA mengenai aksi
gerombolan yang anggotanya diperkirakan mencapai 2.500 orang.

Dalam sidang kabinet yang dilangsungkan hari Selasa kemarin mulai dari pukul 16.30 hingga lebih kurang pukul 22.00 telah diambil putusan antara lain menyerahkan untuk sementara waktu kepada Menteri Pertahanan pimpinan politik kepolisian RIS yang dipegang oleh Perdana Menteri.

Kemarin petang dengan upacara kemiliteran berlangsung penguburan 69 anggota TNI, yang menjadi korban gerombolan Westerling tanggal 23 Januari yang lalu, di makam Tjikutra.

Berita-berita yang diterima oleh kalangan resmi TNI di luar kota Bandung kemarin siang menyatakan bahwa sampai siang hari jam 14.00 tembak menembak di Kota Bandung masih berjalan dan pasukan-pasukan Apra sudah dapat menduduki beberapa jalan dan gedung penting.

Sekitar 3.000 pengungsi bangsa Tionghoa, sebagian besar dari Jogja, yang kini berdiam di berbagai kamp di kota Semarang, ingin kembali ke tempatnya masing-masing di Jogja.