
Polisi Militer giat melakukan pembersihan terhadap gerakan2 pengacau di daerah Banjarmasin dan Hulusungai. Puluhan anggota Murba dan Tengkorak telah ditangkap dan senjatanya dirampas karena memeras warga.

Polisi Militer giat melakukan pembersihan terhadap gerakan2 pengacau di daerah Banjarmasin dan Hulusungai. Puluhan anggota Murba dan Tengkorak telah ditangkap dan senjatanya dirampas karena memeras warga.

Berbagai buruh di perusahaan minyak mengancam akan mogok kerja jika tuntutan kenaikan gaji tidak dipenuhi. Buruh tersebut antara lain dari SVPM dan NIPB.

Perundingan antara "Persatuan Buruh Bank Jakarta" dengan direksi dari bank-bank yang karyawannya menuntut kenaikan upah, menghasilkan kesepakatan bahwa tuntutan tersebut diterima.

Gelar "Yang Mulia" dan "Paduka Tuan" akan diganti "Saudara" Atau "Bapak", baik dalam percakapan maupun dalam surat menyurat.

CPM dan Brimob menggerebek jalan Telukbetung no.5 yang merupakan
sarang pengacau. Terjadi tembak menembak dan setelah tempat tersebut
dikuasai, penggerebekan dilanjutkan ke beberapa lokasi lain.

Anggaran belanja pemerintah RIS 1950 akan kekurangan Rp2,6 miliar dan
akan diusahakan untuk mengurangi kekurangan hingga 2 atau 1,5 miliar.

Sutan Syahrir mengemukakan keyakinan atas teori politiknya tentang "third power" seiring pengakuan Uni Soviet dan Eropa Timur terhadap Republik Indonesia Serikat.

Panitia untuk menyelesaikan soal Darul Islam ternyata tidak bekerja karena sebagian anggotanya menjalankan tugas yang lebih mendesak. Terdapat usul agar anggota panitia tersebut ditambah dengan ulama-ulama berpegaruh.

Bung Tomo tidak puas terhadap pemerintah RIS. Ketidakpuasan itu
karena pemerintah melarang pembentukan "Tentara Ekspedisi Sukarela" yang
diketuai Bung Tomo untuk membalas gerakan APRA Westerling di Bandung.

Seorang pemain bola perkumpulan Chung Hua Tsing Nien ditangkap hanya karena dia aryawan bagian keuangan di sebuah bengkel besi yang membuat lencana APRA (Angkatan Perang Ratu Adil, gerombolan yang didalangi Westerling).