Paris (ANTARA News/AFP) - Seorang perempuan di bagian pengawasan di kantor polisi Paris yang diskors karena memakai jilbab saat bertugas akan menghadapi komite disipliner, kata beberapa sumber yang dekat dengan penyelidikan tersebut, Rabu.
Pada November 2009, polisi prefektur Paris menskors Nora B., yang dijadwalkan diajukan ke komite tersebut Kamis, karena melanggar kewajiban bersikap netral sewaktu bertugas.
Nora B., petugas pengawas berseragam yang memiliki tugas berkeliling ibu kota Prancis, menolak untuk menandatangani perintah penskoran dan "memicu ketegangan" dengan terus bekerja sambil memakai jilbab.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan "keputusan" itu telah diambil oleh prefektur Paris, "dengan menggunakan wewenangnya sebagai polisi kotapraja" di ibukota.
Nora B. menghadapi prosedur serupa pada 2004 tapi setuju untuk membuka jilbabnya setelah pertemuan dengan pejabat polisi prefektur Paris saat itu, Jean-Paul Proust.
Piagam sekuler Prancis dari 2007 meminta pegawai negeri agar tidak memperlihatkan kepercayaan agama mereka saat bertugas.
Kasus tersebut muncul di tengah perdebatan nasional mengenai apa artinya menjadi orang Prancis, dan pemerintah mengupayakan peraturan yang melarang pemakai burqa, pakaian Muslimah yang menutupi tubuh dari kepala sampai kaki, dengan alasan itu "tidak sesuai" dengan nilai-nilai Prancis.
Satu jajak pendapat baru-baru ini memperlihatkan 57 persen orang Prancis mendukung peraturan yang melarang pemakaian penutup diri penuh, dan satu laporan parlemen telah menyatakan pakaian semacam itu dilarang di sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah dan angkutan umum.(C003/K004)
Wanita Polisi Yang Pakai Jilbab Hadapi Panel Disipliner
COPYRIGHT © 2010
Baca Juga
Top Stories
- Lapan: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
- Bintang Oscar Habis-habisan Tampil Cantik
- "The Cove" Gondol Oscar, Orang Jepang Ngamuk
- Jusuf Kalla: "Biarlah. Biarlah"
- Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
- Pertumbuhan Teknologi Mobile Tertinggi di Pedesaan
- Bioteknologi Hendaknya Perhatikan Kepentingan Petani Kecil























Komentar Pembaca
ketahuilah tidak ada seorang manusia atau negara pun yang bisa lepas dari hukum NYA..
aneh banget ya, kalo sama yang bugil di jalan kok gak terganggu ya?
ini semata-mata sentimen ama umat muslim nih, ntar liat aja deh gimana kalo orang prancis di sweeping di negara2 yg banyak penganut muslim.
katanya menjunjung HAM, ini sih namanya menerapkan standar ganda.
yang baik dilarang, eh yang jelek dianjurin, malah disekolah dibagikan kondom???? dunia emang mo kiamat
Sama sperti kalau org barat ke negara timur tengah, pasti dipaksa memakai jilbab, krn aturannya di timur tengah memang demikian, yakni semua orang harus sama, memakai jilbab di ruang publik.
demikian juga di prancis, punya aturan sendiri, yakni semua orang harus sama di ruang publik, tidak boleh menunjukkan agamanya.
kalau tidak mau ikut peraturan, ya solusinya mudah saja, silakan pindah ke timur tengah tengah sana yang pelit dan tidak ramah
Kasihan sekali deh mereka, pikiran jadi cetek, mata jadi buta, hati jadi beku...
dimana -mana sama di RI juga tak terhitung banyaknya orang yg kumpul kebo alias kawin kontrak / sirih / poligami.
Yang sedang di bicarakan di sini kan bukan masalah agama atau islam.Tapi masalah kedisiplinan sbg Aparat.Bukan utuk pamer2 kesucian atau sok alim dsb.
kemunggkinan kalau paris negara islam,peraturannya mungkin lain.
Spt di arab pusatnya perempuan harus di bungkus rapat ampek jamuren.
ternyata, cuma slogan,,